Kegiatan membaca buku cerita bergambar menjadi salah satu kegiatan yang sangat dinantikan oleh kawan-kawan cilik.

Buku yang kami gunakan tidak selalu dipenuhi tulisan. Justru, sering kali hanya terdapat gambar yang menjadi ruang bagi anak untuk membangun cerita dan makna berdasarkan apa yang mereka lihat.

Pertanyaan pemantik biasanya kami awali dengan:

“Menurutmu, gambar di buku ini bercerita tentang apa, ya?”

atau,

“Coba ceritakan kepada Ibu, apa yang kamu lihat dari gambar ini?”

Setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan, membuat alur cerita, dan menginterpretasikan gambar berdasarkan pemahaman serta pengalaman mereka masing-masing.

Tidak apa jika cerita yang mereka sampaikan berbeda-beda. Perbedaan tersebut justru merupakan bagian penting dari proses perkembangan literasi awal. 
Dalam kegiatan sederhana ini, anak sedang belajar memperkaya kosakata, mengembangkan kemampuan berpikir, menyampaikan pendapat, sekaligus mengomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya melalui bahasa.

Menariknya, anak sering kali menghubungkan gambar dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupannya.

“Ini gambar adik bayi, Bu. Seperti adikku di rumah. Masih kecil dan suka merangkak.”

Ketika anak mampu menceritakan kembali apa yang mereka lihat dalam buku, meskipun belum mampu membaca teks secara mandiri, mereka sedang mengembangkan keterampilan bahasa dan komunikasi lisan.

Ketika mereka mendengarkan cerita teman yang berbeda, mereka juga belajar bahwa satu gambar dapat dimaknai dengan beragam perspektif.

Di sinilah kegiatan membaca tidak hanya tentang mengenali huruf dan kata. Membaca pada tahap awal juga mestinya menjadi sebuah proses membangun makna, berpikir, berdialog, dan mengomunikasikan gagasan.

Kegiatan ini menjadi sebuah proses dialogis yang memberikan ruang bagi anak untuk menjadi pembangun makna dalam pengalaman belajarnya sendiri.

#pengenalanliterasiawal
#sebelumsiapmembaca