Hari ini anak-anak di Sudut Ilmu belajar tentang bank sampah bukan hanya dengan mendengarkan penjelasan, tetapi dengan mengalami langsung bagaimana sebuah bank sampah bekerja.
Kami memberikan mereka ruang untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Beberapa jenis sampah kami letakkan di area belajar, lalu anak-anak mulai mencari, menemukan, mengambil, memilah, dan mengelompokkannya.

Ada yang menemukan botol, plastik, dan berbagai benda yang memang dapat dibawa ke bank sampah.

Ada juga yang mengumpulkan daun serta ranting. 

Tapi ada pula yang menemukan genteng, keramik, dan batu. 😄
Sekilas, mungkin mudah bagi kita (orang dewasa) untuk mengatakan,
“Bukan, itu bukan sampah yang diterima bank sampah.”
Selesai.

Tetapi kami memilih untuk tidak buru-buru memberikan jawaban.

Kami ajak mereka untuk membawa genteng dan keramik itu ke kelas,
Karena justru dari genteng dan keramik itu, anak-anak lain mendapatkan kesempatan untuk belajar.

“Mengapa ini tidak bisa ditabung?”
“Kalau yang ini bagaimana?”
“Berarti tidak semua sampah bisa dibawa ke bank sampah?”

Dari sebuah benda yang awalnya dianggap “salah”, lahirlah pertanyaan.
Dan dari pertanyaan, lahirlah pemahaman.

Anak-anak belajar bahwa tidak semua benda yang sudah tidak digunakan otomatis dapat dibawa ke bank sampah. Mereka belajar membedakan, mengelompokkan, berdiskusi, bekerjasama untuk mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka temukan sendiri.

Bukankah memang seperti itu cara manusia belajar? Kita tidak selalu tumbuh dari jawaban yang benar.
Kadang kita belajar dari mencoba, keliru, bertanya, menemukan perbedaan, lalu mencoba memahami kembali.

Setelah proses memilah, anak-anak juga bergantian mengambil peran sebagai nasabah dan petugas bank sampah.

Ada yang menjadi nasabah.
Ada yang memilah dan mengelompokkan sampah.

Anak-anak kelas besar mendapatkan kesempatan menjadi petugas yang menimbang dan mencatat hasil tabungan nasabah.

Mereka bermain peran.
Namun sesungguhnya, mereka sedang berhadapan dengan dunia nyata.

Kami juga mulai mengenalkan mereka pada konsep green job bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sebuah kebiasaan baik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pekerjaan dan masa depan.

Bank sampah sendiri dioperasikan oleh orang-orang dengan beragam peran dan latar belakang. Ada yang mengelola, menimbang, mencatat, mengedukasi, berkomunikasi, mengorganisasi, hingga membangun sistem agar sampah memiliki nilai kembali.

Maka hari ini anak-anak tidak hanya belajar tentang sampah.
Mereka sedang belajar tentang nilai, tanggung jawab, pekerjaan, lingkungan, dan kehidupan.

Kami mungkin belum tahu kelak mereka akan menjadi apa.
Tetapi kami ingin mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa dunia begitu luas, dan ada begitu banyak kemungkinan peran yang dapat mereka pilih untuk memberi manfaat.

Karena itu, kami tidak ingin anak-anak hanya belajar dari apa yang sudah kami siapkan.
Kami ingin mereka mengalami, menemukan, bertanya, mencoba, bahkan sesekali keliru.

Terimakasih anak-anak sudah berusaha melakukan kegiatan hari ini dengan sebaik-baiknya.